Situs Judi Online Bola , Live Casino , IDN Poker , IDN Live , Slot dan Tembak ikan Terbaik dan terpercaya

The Hows of Us (2018) 7.32,322

7.32,322
Trailer

Nonton Film The Hows of Us (2018) Streaming Movie Sub Indo

Nonton The Hows of Us Sub Indo – The Hows of Us—yang kini resmi menjadi film Filipina terlaris sepanjang masa dengan ₱810 juta atau sekitar $15 juta—mengajak kita mempercayai suratan takdir, terus melangkah maju bersamanya, meski di awal terasa menyakitkan dan destruktif. Karena seperti matahari, takdir bakal menenggelamkan hidup kita, meninggalkannya di kegelapan untuk sementara waktu, sebelum terbit kembali sembari memancarkan cahaya luar biasa benderang.

Filmnya dibuka melalui time-lapse yang memperlihatkan satu demi satu perabotan mengisi sebuah rumah kosong, sementara perbincangan dua tokoh utama, yang menggambarkan progres hubungan mereka, terdengar di belakang. Sebagaimana romansa menjadi lengkap saat sepasang kekasih saling mengisi, kondisi serupa berlaku untuk rumah beserta barang-barang di dalamnya. Tapi ketika terlalu banyak barang tergeletak tanpa ditata rapi, kita hanya akan menemui ruang penuh sesak, kacau, dan berantakan.

Primo (Daniel Padilla) dan George (Kathryn Bernard) adalah pasangan yang akan kita ikuti perjalanannya. Mereka bertemu semasa kuliah di sebuah kompetisi debat mengenai peran gender, yang berujung konklusi kalau perbedaan pria dan wanita bukan masalah sebab keduanya ditakdirkan untuk saling melengkapi. Kesetaraan gender bukan topik utama filmnya, tapi saya suka fakta bahwa terdapat dua momen terpisah saat mereka saling terpesona oleh tubuh masing-masing. Terpikat pada fisik lawan jenis bukan eksklusif milik pria semata, dan selama tak ada tindakan kelewatan yang mengikuti, itu merupakan suatu kewajaran.

Download Film The Hows of Us (2018) Streaming Movie Sub Indo

Nonton The Hows of Us Sub Indo – Keduanya jatuh cinta, lalu tinggal bersama di rumah mendiang nenek George, Tita Lola (Susan Africa), yang berpesan agar merawat rumah tersebut. George ingin menjadi dokter, Primo terus mengejar ambisinya sebagai musisi. Tapi seiring bergulirnya hidup, mereka semakin menjauh dari mimpi-mimpi itu, juga satu sama lain.

Tidak diragukan lagi, ini kesalahan Primo. Kesuksesan yang ia janjikan tak kunjung datang, dan mereka pun kesusahan membayar tagihan. Tapi ia enggan menyerah. Saat Primo sibuk berusaha terbang, ia tak menyadari jika George susah payah menahan permukaan tempatnya berpijak agar tidak runtuh. George rela banting tulang membagi brosur di pinggir jalan, bahkan melewatkan National Medical Admission Test (NMAT) demi menjemput Primo yang terlalu mabuk bahkan untuk berdiri.