Situs Judi Online Bola , Live Casino , IDN Poker , IDN Live , Slot dan Tembak ikan Terbaik dan terpercaya

Sebelum Iblis Menjemput: Ayat 2 (2020) 6.3150

6.3150
Trailer

Nonton Film Sebelum Iblis Menjemput: Ayat 2 (2020) Streaming Movie Sub Indo

Nonton Sebelum Iblis Menjemput 2 – Seperti layaknya sebuah sekuel, Timo Tjahjanto dalam Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2 coba memperbaiki apa yang kurang dari film pertamanya. Uniknya, ia tidak mencoba untuk membuat skala yang lebih masif, seperti pertaruhan yang lebih besar dan musuh yang lebih sulit ditaklukkan. Bahkan, di beberapa aspek penting, banyak kekurangan film pertama yang berulang.

Melanjutkan kisah Alfie (Chelsea Islan) dan Nara (Hadijah Shahab) yang selamat dari film pertama, mereka pun hidup bersama. Alfie menjadi semakin gelisah dan begitu protektif terhadap Nara. Tiba-tiba ia diculik oleh sekelompok anak muda yang meminta pertolongan.

Alfie dan Nara dibawa ke rumah yatim-piatu antah-berantah oleh orang-orang yang menculiknya, yang ternyata mantan penghuni rumah tersebut. Dikisahkan mereka diperlakukan kasar dan akan dijadikan tumbal oleh penjaga rumah yatim-piatu bernama Ayub tersebut. Tidak terima dengan hal tersebut, mereka pun membunuh Ayub.

Diculik dengan cara yang tidak lazim, yaitu karena alasan meminta tolong, jelas Alfie akan marah. Namun, setelah pertikaian dan pergolakan, tiba-tiba Alfie membantu mereka. Alfie dirasa dapat membantu mereka sebab wanita muda ini pernah bersinggungan dengan hal “seperti itu”, yaitu kejadian pada film pertama.

Download Film Sebelum Iblis Menjemput: Ayat 2 (2020) Streaming Movie Sub Indo

Nonton Sebelum Iblis Menjemput 2 – Alasan kuat Alfie untuk membantu sekelompok orang-orang dewasa muda ini rasanya tidak diartikulasikan dengan baik. Alfie tiba-tiba membantu, mau saja berkecimpung lagi dengan hal yang telah meneror hidupnya selama bertahun-tahun. Apalagi, ia belum begitu kenal dengan orang-orang yang datang dengan menculik mereka dan meminta tolong tanpa adanya percobaan untuk berbicara baik-baik.

Dari hal di atas, pondasi plot film ini begitu lemah. Sama seperti film pertamanya yang tayang dua tahun lalu, saat membangun pondasi cerita belum utuh, teror sudah dimulai saja. Bahkan, sejak awal sudah diteror dengan cara-cara film horor yang biasa, jumpscare atau kejutan yang dapat ditebak dan diulang berkali-kali.

Pasalnya, teror ini terus berlanjut dan para pemainnya menjadi tergesa-gesa dalam memecahkan masalah demi masalah. Ketergesa-gesaan ini pun membuat penonton juga menjadi lelah dan sulit menangkap dialog teriak-teriak dengan artikulasi yang berantakan. Belum lagi, skoring yang rasanya ingin terus membuat teror sehingga penonton kurang nyaman. Sekitar 100 menit lebih kita harus menanggung teror ini tanpa dikasih ruang untuk bernapas normal.