Situs Judi Online Bola , Live Casino , IDN Poker , IDN Live , Slot dan Tembak ikan Terbaik dan terpercaya

99 Nama Cinta (2019) 7.0

7.0
Trailer

Nonton Film 99 Nama Cinta (2019) Streaming Movie Sub Indo

Nonton Film 99 Nama Cinta 2019 – Setelah Sabtu Bersama Bapak (Monty Tiwa, 2016) dan Bangkit! (Rako Prijanto, 2016), Acha Septriasa dan Deva Mahenra kembali tampil bersama dalam terbaru arahan Danial Rifki (Melbourne Rewind, 2016) yang berjudul 99 Nama Cinta. Septriasa berperan sebagai Talia, seorang presenter sekaligus produser sebuah acara infotainmen popular yang kini harus berhadapan dengan kenyataan pahit bahwa penayangan acaranya harus dihentikan karena tersandung oleh masalah hukum.

Tidak berhenti disana, Talia kini juga dialihtugaskan untuk menjadi produser bagi acara reliji yang tayang di pagi hari dan dikenal sebagai program yang paling tidak diminati di stasiun televisi tempatnya bekerja. Pun begitu, Talia tidak menyerah begitu saja. Usahanya untuk menghidupkan acara reliji tersebut kemudian membawanya pada sosok Kiblat (Mahenra) – seorang ustaz muda yang sebenarnya juga merupakan sahabat Talia di masa kecilnya. Meskipun dengan sejarah persahabatan diantara mereka serta hubungan akrab yang terjalin antara orangtua keduanya, perbedaan jalan sekaligus pandangan hidup di masa dewasa membuat Talia dan Kiblat sama-sama terasa tidak pernah akur. Tetap saja, cinta selalu dapat menemukan jalannya untuk mencuri hati setiap insan yang diincarnya.

Download Film 99 Nama Cinta (2019) Streaming Movie Sub Indo

Nonton Film 99 Nama Cinta 2019 – Tidak mudah untuk menggarap sebuah film dengan naskah cerita yang berniat untuk mengangkat pesan maupun nilai moral keagamaan. Dengan pengembangan yang kurang handal, banyak diantara film-film yang mengemban nilai reliji tersebut kemudian berakhir dengan citarasa yang tendensius dalam penyampaian alur ceritanya. Beruntung, 99 Nama Cinta bukanlah salah satu film yang gagal dalam melaksanakan tugasnya.

Walau menjadikan Asma’ul Husna – sebutan untuk nama-nama atau gelar bagi Allah yang dikenal oleh umat Muslim – sebagai benang merah bagi barisan konflik yang disajikan dalam paparan penceritaannya, naskah cerita 99 Nama Cinta garapan Rifki bersama dengan Priesnanda Dwisatria (Rectoverso, 2013) dan Mustafa yang dikembangkan berdasarkan ide cerita yang ditulis oleh Garin Nugroho (Kucumbu Tubuh Indahku, 2018) menyajikannya dalam tuturan yang lembut namun tetap lugas sekaligus tegas melalui konflik maupun dialog yang disampaikan para karakter. Hal inilah yang membuat film ini kemudian dapat berbicara secara luas dan tidak terkungkung dengan elemen keagamaan yang dihantarkannya.